🌝 Cerita Tentang Liburan Ke Pantai

CeritaSingkat Liburan Sekolah ke Pantai Petanahan Liburan sekolah kemarin aku pergi berlibur ke pantai Petanahan bersama temanku, dia bernama diah. Aku sangat menunggu hari itu karena aku ingin merifreshkan pkiranku setelah EBAS (Evaluasi Akhir Semester) kemarin. LiburanKe Pantai Bersama Sahabat Liburan Ke Pantai Bersama Sahabat. Pagi yang cerah, tamparan cahaya sang mentari dari ufuk timur, seolah-olah menyambutku dari tidur nyenyak. Pagi ini ku bersiap mengawali liburanku. Betapa senangnya aku, karena aku akan Liburan Ke Pantai Bersama Sahabat terbaikku. *** Liburanlalu, aku pergi ke pantai Mutun bersama dengan Keluargaku. Sebenarnya adikku lah yang tak sabar ingin pergi ke pantai ini. Kami bangun lebih awal di pagi hari dan menyiapkan semuanya. Kami membawa beberapa makanan ringan dan minuman, seperti keripik kentang, roti lapis keju, air, dan jus buah. Kami pergi ke pantai naik mobil. Setelahpuas berkeliling, saya dan keluarga berenang di bibir pantai sambil berfoto untuk mengabadikan momen liburan. Tepat pada pukul 5 sore, kami memesan hidangan laut di warung kecil pinggir pantai. Sambil menikmati hidangan laut, kami juga menikmati keindahan matahari terbenam. jalanke pantai pandawa itu membelah bukit kapur kenapa dinamakan pantai pandawa mungkin karena daerahnya itu namanya pandawa kalau enggak karena di sana ada patung pandawa gitu pokoknya sebenarnya pada saat melewati jalan yang kayak di kurung bukit kapur itu ada kayak tangga tinggi tempat wisata juga tapi tidak pandawa banyak . Berlibur kepantai selalu menjadi Impian semua orang. Di pantai kita dapat dengan bebas berenang, bermain di hamparan pasir yang lembut serta melihat dan mencoba menangkap berbagai biota laut yang ada di pesisir pantai. Pantai merupakan salah satu destinasi wisata yang akan selalu dipenuhi pengunjung apabila sudah memasuki musim liburan sejak beberapa minggu yang lalu Orang tuaku merencanakan untuk mengisi liburan sekolah kali ini dengan mengunjungi salah satu objek wisata terkenal yang ada di kabupaten ciamis tepatnya di pantai pangandaran. Selain karena waktunya yang pas dengan waktu liburan sekolah saya dan adik, liburan kali ini juga dalam rangka membahagiakan adik saya akan merayakan hari ulang tahunnya bertepatan dengan berlangsungnya liburan sekolah. Lokasi pantai pangandaran yang tidak jauh dari tempat tinggal kami menjadi alasan dipilihnya pantai ini untuk dijadikan tempat berliburan bersama, kurang lebih 5 jam perjalanan dari rumah kami di tasikmalaya sampai tiba di lokasi pantai pangandaran tersebut. Mendengar cerita rencana liburan tersebut membuat Saya dan adik sangat senang dan tidak sabar untuk segera dapat menghabiskan waktu liburan sekolah di pantai bersama keluarga. Dan singkat cerita, sekolah pun sudah mulai libur dikarenakan kenaikan kelas. Alhamdulillah ranking saya dan adik pada saat itu dapat membuat Ayah Ibu berbangga kepada Kami. Dengan perasaan hati yang sangat bahagia dan penuh semangat Saya bergegas untuk mengemasi barang- barang yang dibutuhkan selama liburan kepantai tersebut. Horeeee, Libur sudah tiba. Sahut adik saya sambil mengemasi barang kesukaannya. Adiku pada saat masih duduk dikelas 2 Sd dan di Tahun ajaran berikutnya dia akan masuk di lingkungan kelas baru di kelas 3. Bagi dia ini adalah liburan keluarga yang kudua kalinya setelah pada liburan pada hari lebaran yang lalu kami juga berliburan ke Kota Cianjur untuk mengunjungi rumah nenek sudah mulai dikemasi, dan Kami sekeluaga Ayah, Ibu, Saya dan adiku tersayang sudah siap untuk segera berlibur menuju indahnya pantai pangandaran. Kunci- kunci pintu, matikan lampu dan jangan lupa antimonya diminum agar tidak mabuk selama perjalanan”. Sahut Ibu Dengan mengucapkan bismillah do’a berpergian serta anjuran dari ibu untuk selalu membacakan shalawat Nabi di sepanjang perjalanan, seketika Ayah saya langsung menancapkan gas mobilnya . Cusssssssss!!!! Ayah mengemudi saya berada kursi depan menemani Ayah yang sedang serius mengendalikan kemudi mobilnya, sedangkan Ibu dan adik perempuan Saya berada di kursi belakang. Selama perjalanan Ayah banyak bercerita tentang perjalanan menuju pantai pangandaran ini. Katanya perjalanan untuk sampai di lokasi pantai pangandaran kurang lebih akan menempuh jarak 5jam. Sesekali saya melihat bagaimana cara Ayah dalam mengendalikan mobilnya. Cekatan sekali dan sangat patuh akan rambu- rambu lalu- lintas. Bukanya apa- apa kata Ayah sebagai warga Negara Indonesia yang baik dan pengendara jalan raya yang baik haruslah mematuhi setiap rambu lalu lintas yang ada. Hal ini demi keselamatan jalan raya terutama keselamatan para pengendaranya agar tidak terjadi kecelakaan. Karena banyak contoh seperti yang terlihat di media televisi adanya kecelakaan alat transportasi ini banyak disebabkan oleh kelalaian dari para pengemudinya. Ketika sedang asik mendengarkan cerita yang disampaikan oleh Ayah, Saya melihat suasana pemandangan alam yang Indah. Hamparan sawah yang Indah, orang- orang yang sedang sibuk dengan pekerjaanya, aneka hewan yang sama sekali belum Saya temui selama hidup di Kota seperti kupu- kupu dan jenis hewan lainnya membuat Saya semakin senang dan melupakan lamanya perjalanan ini. Pada saat itu adik dan Ibu saya tertidur dengan pulasnya di kursi belakang. Tinggalah Saya juga Ayah yang selalu siaga dalam mengendarai mobilnya. Biasanya kalau sedang dalam perjalanan yang lebih jauh lagi missal perjalanan ke kota Bandung atau Kampung halaman nenek di Yogya Ibu selalu menyediakan makanan kumplit yang kalau kata orang sunda mah biasa disebut dengan nasi timbel. Dan itu adalah ritual yang sangat unik bagi keluarga Kami karena bukannya mencari rumah makan atau restoran apalah eh ini malah mencari tempat yang sepi bisa di pinggir jalan untuk sekedar berhenti sejenak menghabiskan makanan yang Ibu telah persiapkan dengan baik dari rumah. Tapi perjalanan liburan sekolah menuju pantai pangandara ini dirasa dekat jadi Ibu tidak menyiapkan makanan tersbut. Kata Ibu ” Udah kalau lapar berhenti saja di rumah makan” seperti itu. Ketika sedang asyik mengobrol dengan Ayah adiku terbangun dan mulai menanyakan sudah sampai perjalanan mana perjalanan ini. Sebentar lagi kataku, paling setengah jaman lagi. Dibalik rasa bahagia nya adik dengan adanya liburan ini, sebenarnya ada rasa yang tidak enak dihati juga karena tidak dapat mengajak salah satu hewan peliharaan adik yang begitu sangat ia sayangi yaitu “Si Miaw” si miaw ini adalah sejenis hewan peliharaan kucing yang sedari kecil menemani tumbuh adik. Memang sebelum keberangkatan adik sempat merengek- rengek untuk dapat membawa si miaw berliburan juga. Tapi Ayah tidak mengijinkan, karena dirasa akan merepotkan ketika sesampainya di Pantai nanti. Satu setengah jam sudah berlalu dan lamanya perjalanan sudah dilewati akhirnya Kami pun sampai di pintu gerbang tempat pembelian karcis menuju lokasi utama dari pantai pangandaran. Ayah mengeluarkan uang untuk membayar karcis, palang pintu perlintasan diangkat dan akhirnya itu menjadi pertanda bahwa Kami sekeluarga telah sampai di Pantai Pangandaran. Horeeeee… Horeeeeeeee.. Adiku berteriak, teriak di dalam mobil sambil menyanyikan lagu anak anak libur telah tiba- libur telah tiba. Saat itu Saya melihat wajah penuh kebahagiaan terpancar dari imutnya wajah adik. Sama seperti yang adik saya rasakan, kebahagiaan dan rasa lega dapat dirasakan juga oleh akhirnya saya Ibu dan Ayah. Alhamdulillah sampai juga dengan selamat yah . Ucap ayah yang langsung mencari tempat penginapan yang strategis. Rencananya Kami sekeluarga akan menghabiskan waktu sampai sore saja di Pantai Pangandaran ini. Dan Tempat penginapan yang saat itu Ayah saya pillih untuk menginap bernama Hotel Hilton yang kebetulan pemiliknnya adalah teman Bisnis ayah Saya. Kami turun dari Mobil dan menuju tempat penginapan tersebut. Ayah Saya menemui resepsionis hotel untuk memilih kamar yang pas. Kunci sudah diterima dan Kami sekeluarga bergegas untuk mengunjungi kamar hotel tersebut. Pintu kamar terbuka dan akhirnya Kami sekeluarga dapat sejenak beristirahat di dalam kamar yang Indah dengan dekorasi hiasan dinding nya yang sangat cantik dan pemandangan dari balkon kamar yang langsung berhadapan dengan Indahnya Pantai Pangandaran. Tidakberlangsung lama adik yang memang sudah tidak sabar untuk segera berenang di pantai mengajak Saya untuk menemaninya. Ayolah, pada saat itu ibu menembali ucapan adik dan dengan menggunakan pakaian yang sudah berubah menjadi pakaian renang Kami turun dari kamar penginapan menuju tepian pantai. Tanpa pikir panjang lagi setelah tiba di tepian pantai adik langsung kembali mengajak Saya untuk langsung berenang di Pantai yang pada saat itu lumayan cukup ramai dikunjungi karena memang pada saat itu adalah musim liburan sekolah dimana akan ada banyak pengunjung yang menghabiskan waktu liburan sekolahnya di Pantai yang terkenal se- Jawa Barat ini. Di pantai tersebut kami berenang renang, menyewa ban juga pelampung dan tak ketinggalan juga untuk menaiki kuda yang disewakan oleh para pemandu sebagai fasilitas yang melengkapi Indahnya wisata Pantai Pangandaran. Pokonya semua wahana di pantai tersebut Saya dan adik nikmati satu persatu. Setelah lama dan merasa bosan dengan keadaan pantai ini kemudian Ayah yang pada saat itu hanya mengawasi saja tanpa berenang mengajak Kami untuk pergi ke Pantai satunya lagi yaitu pantai Pasir putih yang ada diseberang pulau dengan menggunakan perahu sebagai pengangkut menuju pantai pasir putih tersebut. Memang jaraknya tidak jauh, hanya kurang lebih 10 menit saja dari lokasi Pantai utama. Sebenarnya ada dua jalan untuk menuju Pantai dengan hamparan pasir putih tersebut yang pertama lewat jalur darat yaitu dengan menaiki hutan yang didalamya terdapat gua jepang peninggalan jaman penjajahan dulu dan jalan yang kudua yang kami pilih adalah jalan laut dengan menggunakan kapal nelayan untuk menyeberangi lautan. Adik saya agak- agak ketakutan pada waktu itu namun Ayah dapat mengatasi ketakutan adik sehingga berani untuk menaiki kapal tersebut. Ketika sedang melakukan tawar menawar harga sang supir kapal menawarkan paket berlayar dengan mengelelilingi pulau dan tempat yang misterius disekitaran lokasi pantai Pangandaran. Ayah saya tertarik dan menanyakan langsung kepada Ibu dan Saya apakah mau berkeliling dulu sebelum ke pasir putih apa ngga?? Ibu bingung, dan takut juga. Tapi saya meng iyakan aja, karena rasa penasaran untuk dapat mengelilingi layaknya seorang bajak lakut topi jerami dalam serial Anime One Piece hahaha. Ya sudah, ayo kita berangkat saja, Sahut Ayah mengiyakan terhadap Nahkoda Kapal tersebut. Jusssssssssssshhhhh!!!! Berangkatlah kapal, dan ternyata setelah berkeliling pulau dengan menggunakan kapal itu sangat mengasyikan sekai Kita dapat melihat keindahan laut luas, terus lokasi patung misterius, kemudian dapat juga berenang bebas dengan menggunakan pelampung di tengah laut luas. Akhirnya setelah lama berkeliling tibalah Kami di lokasi pantai pasir putih yang sangat Indah. Disana kami menyewa Snorkling untuk dapat melihat ikan ikan laut dipinggiran pantai dan menangkap umang yang sangat lucu. Ayah yang pada saat itu tidak ikut berenang menuliskan kata- kata di di atas pasir “ Happy Familly” dan kemudian meminta seseorang pengunjung juga untuk dapat mengabadikan momen indah bersama keluarga ini dengan mem fotonya. tak terasa sudah jam 12 siang, matahari sudah sangat terik. Ayah dan ibu mengajak kami untuk membersihkan diri. Setelah bersih, kami sholat dhuhur berjamaah di mushola dekat tempat kami mandi. Acara dilanjutkan dengan menikmati pempek palembang dengan cukonya yang mantap di warung yang kebetulan ada di pinggir pantai, rasanya enak sekali makan sambil melihat keindahan pantai. Saat perjalanan pulang aku dan adik tertidur pulas. Saat kami bangun, tahu-tahu kami sudah berada di rumah. Sungguh menyenangkan liburan kali ini. Aku tidak sabar ke pantai lagi bersama ayah, ibu dan adik. Aku pun kembali tertidur sampai pagi karena masih kecapean Ah pokoknya liburan sekolah kali ini sangat istimewa sekali, Saya bisa berliburan bersama Adik, Ayah dan juga Ibu Ke Pantai Pangandaran. Sebelum tertidur pulas dalam perjalanan Saya sempat ngobrol singkat kepada Ayah “Semoga di Liburan sekolah tahun depan dapat seperti ini lagi, dan ketempat yang lebih mengasyikan lagi” dan Ayah menimpali ucapan saya dengan pertanyaan, bagaimana kalau liburan sekolah tahun depan kita sekeluarga wisata ke Bandung ? Ibu dan Adik juga Saya langsung menyahut Setujuu!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! -TAMAT-

cerita tentang liburan ke pantai